Sulitnya Menyeriusi Sebuah Buku



Akhir-akhir ini saya berambisi sekali untuk membaca banyak buku. Dari buku-buku yang berisi akan teori-teori yang membuat kepala sedikit berkedut atau novel sastra yang menyisipkan keadaan sosial masyarakat. Namun, hampir buku-buku yang saya baca itu belum juga saya selesaikan. Entah kenapa begitu. Saya membaca satu buku ke buku yang lain. Sungguh kebiasaan yang tidak bagus. 

Padahal, saya harus memposting review buku di akun baca saya. Yah, karena saking banyaknya current reading saya harus menunda memposting konten review saya. Mungkin ada baiknya jika saya harus mulai serius membaca satu buku sampai selesai kali, ya? Selepas itu menulis reviewnya lewat Goodreads. 

Kadang, di sela-sela membaca buku-buku yang rutin saya beli itu saya berpikir kenapa saya sering sekali membaca buku namun tidak kunjung menyelesaikannya dan justru membaca judul buku yang lain. Jika melihat review orang-orang tentang buku-buku yang saya baca itu seru dan banyak yang menyelesaikannya dalam waktu singkat, tetapi mengapa saya justru berpindah-pindah bacaan? Apa karena ini salah satu bentuk kerakusan saya? Entahlah saya juga tak paham. 

Tapi sepertinya saya tahu, saya ini hanya penasaran isi buku itu dah mencoba membacanya sedikit, namun sepertinya saya belum jatuh hati dengan buku itu. Kalau saya jatuh hati sudah pasti saya akan menyelesaikannya dengan cepat, tapi yaa tergantung kesibukan saya juga, sih. Membaca sebuah buku memang membutuhkan cinta. Jika terpaksa nanti malah tidak masuk isinya. 

Lah, memang kenapa jika isinya tidak masuk di kepala? 

Setidaknya sudah bagus bukan kalau berhasil menyelesaikan sebuah buku? Perihal paham atau tidak, urusan belakang. Kadang orang cenderung malas membaca karena merasa HARUS BANGET paham sama isi buku. Padahal, kan ya ndak harus... 

Emang kalo nggak paham kenapa? 

Apa orang-orang bakal menghujat kamu? 

Nggak, kan? 

Jadi, ya sudah bagus sebenernya bisa menyelesaikan sebuah bacaan saja. Kalau merasa ga paham isinya bisa dibaca lagi setelah menyelesaikannya, bukan? Setidaknya jika kita berhasil menyelesaikan isi bukunya kan kita bisa sedikit berbangga hati kalau ada yang tanya apakah sudah baca buku A, meskipun kalau ditanya bagaimana isinya cuma bisa bergumam tak jelas. Tapi tenang saja, banyak kok dari pembaca buku yang sulit menjelaskan isi buku kepada orang lain. Jadi, kalau kamu nggak bisa menjelaskan isi buku dengan baik itu gak apa dan kamu bisa memberi jawaban jitu "aku bingung kalau disuruh jelasin isi buku, lebih baik kamu buka Goodreads aja, deh". Bwahahahahahahaha



Komentar

Postingan Populer